Langsung ke konten utama

REVIEW SKRIPSI INDONESIA TENTANG SIG (TUGAS2)



Perubahan iklim yang terjadi sangat membahayakan berbagai sector termasuk sector pertanian. Salah satu pengaruh ikim adalah kuantitas dan kualitas air. Akibat perubahan iklim, musim jadi tidak menentu antara musim kemarau dan musim hujan. Ketika tiba musim hujan, kebanjiran dan ketika dating musim kemarau kekeringan. Kekeringan tidak terjadi pada lahan kering dan lahan tadah hujan namunjuga lahan sawah irigasi. Jumlah air yang sangat minim saat musim kemarau sangat merugikan dan beresiko terhadap system produksi pertanian. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan menghadapi kekeringan. Kekeringan dapat dideteksi menggunakan sistem informasi geografis. Kerja sistem informasi geografis adalah dengan menyediakan sistematika informasi yang merefleksikan seluruh kejadian yang diperlukan untuk mendeteksi dini kekeringan.
Kekeringan diartikan bahwa kondisi tanah yang kekurangan air atau lengas tanah sehingga tanaman tidak dapat memenuhi kebutuhan air tanaman. Dibawah ini tersedia kriteria kekeringan yang diambil dari perbandingan ketersediaan air tanah yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman dan kebutuhan air tanaman.


KEKERINGAN

                 Rancangan program disusun dari dua subprogram yakni Geographic Information System (GIS) dan kebutuhan air tanaman. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tegal yang mempunyai kemiringan tanah antara 0% sampai > 40% dengan hujan rata – rata tahunan mencapai mencapai 1.400 – 1.700 mm. Suhu udara maksimum yang terjadi pada musim kemarau berkisar 24,3oC – 32,5oC. Pada system informasi, database dibagi menjadi dua bagian yakni database system informasi geografis dan database program utama. Database program utama dibagi menjadi 5 data utama yakni : 1) Data Daerah Irigasi (DI); 2) Data Hujan; 3) Data Klimatologi; 4) Data Luas Layanan; 5) Data Hasil Perhitungan. Adapula data peta yang digunakan yakni Peta Rupa Bumi 1:25.000, Foto Udara Permukaan Bumi, dan Peta Daerah Irigasi. Selain itu digunakan pula data peta dari internet melalui citra satelit yang memberikan gambara lokasi visual yang lebih baik. Sedangkan kebutuhan air tanaman dihitung berdasarkan nilai Kc yang telah ditetapkan.
Kegiatan yang dilakukan dalam GIS adalah input data, simulasi program, dan output program. Data yang dimasukkan sebagai input data adalah data daerah irigasi, data tanaman, data klimatologi, data hujan wilayah, dan data debit sumber air. Sedangkan kegiatan simulasi program meliputi input waktu tanam, input luas tanam, dan input jenis tanam. Output program meliputi neraca air irigasi dan prediksi waktu panen serta hasil panen. Neraca air tanaman dapat dihitung dari data input pola tanam yang terdiri dari kebutuhan air tanaman, dan ketersediaan air dalam tanah. Sehingga didapatkan informasi yang dapat ditampilkan secara spasial (tempat) dalam bentuk peta berdasarkan letak geografis. Berikut adalah hasil deteksi dini menggunakan GIS di Kabupaten Tegal.





Source :
http://blog.ub.ac.id/sayyidacamillabalqies/2016/02/29/tugas-review-jurnal-gis-deteksi-dini-kekeringan-pertanian-berbasis-sistem-informasi-geografis/

Komentar